Jumat, 07 Oktober 2016

SIP_Arsitektur Komputer dan Struktur KOgnitif Manusia


Komputer merupakan alat yang sudah sangat sulit dipisahkan bagi kehidupan manusi dan merupakan teknologi penunjang yang dapat membantu dan mempermudah menyelesaikan tugas-tugas. Selain untuk mengerjakan tugas, applikasi dalam komputer seperti game, musik, dan video sangat membantu untuk membangun mood yang baik. Komputer sudah menjadi kebutuhan dasar untuk para manusia di era globalisasi ini. Bagaimana upaya agar teknologi-teknologi baru ini tetap diminati masyarakat dan teknologi ini lebih nyaman bagi masyarakat? Hal tersebut tentunya tidak lepas dari "Arsitektur Komputer” itu sendiri.  Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Arsitektur Komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing-masing bagian akan lebih difokuskan terutama mengenai bagaimana CPU akan bekerja  mengenai pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll.
Dalam arsitektur komputer terdapat beberapa komponen utama, yaitu:
1.      Central Processing Unit (CPU): mengendalikan semua unit sistem computer yang lain dan mengubah input menjadi output
2.      Penyimpanan Primer (Primary Storage)  
3.      Unit Pengendali (Control Unit)
4.      Arithmatika and Logical Unit
5.      Unit Input  : memasukkan data ke dalam primary storage.
6.      Memori      : bagian fungsional komputer yang berfungsi untuk menyimpan program dan data, berikut macam-macam memori :
7.      RAM : Adalah memori yang dapat dibaca atau ditulisi. Data dalam sebuah RAM bersifat volatile, artinya data akan terhapus.
8.      ROM : Adalah memori yang hanya dapat dibaca. Data yang tersimpan dalam ROM bersifat non-volatile, artinya data tidak akan terhapus
9.      Unit Output: mencatat hasil pengolahan.

Komputer diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia. Karena itu komputer harus sesuai dengan manusia. Inilah yang membuat komputer harus terus dikembangkan. Tidak hanya artsiterktur komputer yang dibuat nyaman secara fisik untuk manusia (seperti body komputer), tetapi juga sistem di dalamnya harus sesuai dengan kognisi manusia. CPU atau otak komputer bekerja hampur serupa dengan kognisi manusia/shock.

Struktur Kognitif
Kognisi berasal dari Istilah Latin: cognoscere, “tahu”, “untuk konsep” atau “mengenali” mengacu pada kegiatan untuk memproses informasi, menerapkan pengetahuan, dan perubahan preferensi. Kemudian kognisi dapat didefinisikan sebagai proses bagaimana manusia melihat, mengingat, belajar dan berpikir tentang informasi.
Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan syaraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne,l976: 71). Kemampuan kognitif ini berkembang secara
bertahap, sejalan dengan perkembangan fisik dan syaraf-syaraf yang berada di pusat susunan syaraf.
Struktur kognisi manusia dapat dijelaskan dengan pendekatan perkembangan kognitif, pendekatan ini di dasarkan pada asumsi atau keyakinan bahwa kemampuan kognitif merupakan sesuatu yang fundamental dan yang membimbing tingkah laku. Pengetahuan tersebut terstruktur dalam berbagai aspeknya dan dapat dilihat dari berbagai model, salah satu model yang saya jelaskan disini adalah Model Pemprosesan Informasi .

Pendekatan ini merumuskan bahwa kognitif manusia sebagai suatu system yang terdiri atas tiga Komponen :
·         Input, yaitu proses informasi dari lingkungan atau stimulasi yang masuk kedalam reseptor-reseptor panca indra dalam betuk penglihatan, suara, dan rasa 
·         Proses, yaitu pekerjaan otak untuk mentransformasikan informasi atau stimulus dalam cara yang beragam
·         Output, yang berbentuk tingkah laku, seperti bicara,menulis, interaksi sosial, dan sebagainya. 

Fungsi-fungsi kognitif:
Atensi adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya. Atensi terbagi menjadi atensi terpilih (selective attention)dan atensi terbagi (divided attention). Kesadaran meliputi perasaan sadar maupun hal yang disadari yang mungkin merupakan fokus dari atensi.
Persepsi adalah rangkaian proses pada saat mengenali, mengatur dan memahami sensasi dari panca indera yang diterima dari rangsang lingkungan. Dalam kognisi rangsang visual memegang peranan penting dalam membentuk persepsi. Proses kognif biasanya dimulai dari persepsi yang menyediakan data untuk diolah oleh kognisi.
Ingatan adalah saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut. Ingatan terbagi dua menjadi ingatan implisit dan eksplisit. Proses tradisional dari mengingat melalui pendataan penginderaan, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.
Bahasa adalah menggunakan pemahaman terhadap kombinasi kata dengan tujuan untuk berkomunikasi. Adanya bahasa membantu manusia untuk berkomunikasi dan menggunakan simbol untuk berpikir hal-hal yang abstrak dan tidak diperoleh melalui penginderaan. Dalam mempelajari interaksi pemikiran manusia dan bahasa dikembangkanlah cabang ilmu psikolinguisti
Pemecahan masalah adalah upaya untuk mengatasi hambatan yang menghalangi terselesaikannya suatu masalah atau tugas. Upaya ini melibatkan proses kreativitas yang menghasilkan suatu jalan penyelesaian masalah yang orisinil dan berguna
Hubungan Arsitektur Komputer dengan Kognisi Manusia
Selanjutnya akan dibahas mengenai kaitan antara arsitektur computer dengan struktur manusia. Computer memiliki skema yang jelas yang masing-masing memiliki tugas dan fungsinya. Sama seperti halnya computer, manusia juga memiliki skema yang jelas dengan tungas dan fungsinya yang berguna satu sama lain. Sebagai manusia, walau memiliki kemampuan kognisi yang luar biasa tetap memiliki banyak kekurangan. Untuk membantu manusia dalam pekerjaannya, maka diciptakanlah berbagai teknologi yang disebut kecerdasan buatan (artifical intelegence). Dalam hal ini yang paling dikenal dengan komputer. Komputer terus berkembang, dan dibuat serupa dengan sistem kognisi manusia. Dikatakan bahwa  kognisi manusia mencakup bagaimana manusia menyimpan informasi, ini sama dengan memory, CD-ROM drive, USB flash drive, flash card, atau floppy disk komputer (walau ingatan manusia lebih banyak dari pada memory-memory komputer). Kemudian untuk menyimpan atau mengambil informasi kita bisa menggunakan software khusus . Komputer juga bisa mentranformasi, yaitu memperbaharui informasi. Contohnya kita dapat mengedit data sesuai perkembangan, atau antivirus yang selalu minta di appgret kembali. Semua komponen tersebut berada dalam satu naungan disebut CPU (Central processing Unit),yang berperan untuk memproses perintah yang diberikan oleh pengguna komputer, mengelolanya bersama data-data yang ada di komputer. CPU diumpamakan sebagai otak dari komputer.
Kelebihan Arsitektur  computer :
1.      Komputer dapat mengoperasikan aritmatika atau matimatika dengan sangat cepat.
2.      Dalam waktu yang bersamaan komputer dapat membuka ribuan informasi.
3.      Informasi yang tersimpan tudak tercampur dengan yang lainnya

Kekurangan Arsitektur komputer :
1.      Komputer bersifat kaku, tidak dapat melakukan generalisasi
2.      Harganya mahal
3.      Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
4.      Terkadang mengandung eror
Kelebihan dan Kekurangan Kognitif Manusia
Sebelum kita masuk ke kelebihan dan kekurangan kognitif manusia, saya akan menjelaskan kekuatan yang dimiliki otak kita dalam memperoses pada infographic di bawah ini yang menjadi inpirasi perusahaan IBM dalam memperoses processor komputer.
Kelebihan struktur kognitif manusia :
1.      Manusia mampu menganalisa dengan cermat dan teliti
2.      Manusia mampu membuat kesimpulan
3.      Manusia mampu mengendalikan komputer

Kekurangan struktur kognitif manusia :
1.      Memungkinkan lupa dengan informasi yang telah diterima
2.      Sulit menghitung aritmatika dengan cepat
3.      Memerlukan waktu yang lama dalam memunculkan kembali informasi.

Daftar Pustaka
Universitas Gunadarma, 1996, Pengantar Sistem Informasi, Jakarta
Basuki,  A. M. H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Solso, R. Maclin, O. H., dan Maclin, M.K. psikologi kognitif. 2007. Jakarta: Erlangga
Nurmianto, E. (2004). Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya 2ed. Surabaya: Guna Widya.
www.ibm.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar