Jumat, 10 Januari 2014

Empat Desa Alami Keterbelakangan Mental

Sumber: Psikologi Zone
Indonesia telah merdeka sejak 65 tahun yang lalu. Banyak sodara kita yang tinggal di empat desa di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengalami kondisi yang tragis.

Sebagian besar warga di empat dwsa teraebut mengalami keterbelkangan mental. Lebih parahnya lagi mereka masuk ke dalam ekonmi kelas bawah. Tidak heran jika kampung ini di sebut dengan kampung idiot.

Skitar 500 orang mengalami kesulitan berkomunikasi. Mereka terdiri dari empat desa yaitu: desa karangpatihan serta desa pandak ponoeogo, kecamatan jambon kabupaten ponorogo, dan desa krebet dan sidoarjo.

Faktor genetik, kurang gizi, perkawinan sedarah    dan lingkungan yang tidak mendukung menjadip penyebab mereka di kucilkan. Anyak dari mereka sebenarnya masuk usia produktif dan sebagian kecil masih usia balita dan dewasa.

Samium (25), mengalami kisah tragia dengan keadaannya yang di pasung di belakang rumah. Ia tinggal bersama mariyem neneknya. Ia di pasung karena sering menabrakan diri pada apapun yang ia temui. Setiap hari ia swring memakan daun-daunan dan sudaj di pasung selama 20 tahun.

Pemerintah sudah melakukan berbagai usaha untuk memghilangkan pandangan negatif ini. Sudah banyak program yang di lakukan seperti bantuan makanan bbergizi, sampai pemeriksaan kesehatan. Tidak begitu buruk, anak-anak usia blita dan di bawah 25 tahun sudah kembali normal.

Bagaimana membiasakan anak berpikir kritis?

Berfikir kritis di definisikan sebagai berfikir yang sistematis dan mandiri, dan menghasilkan suatu interpretasi, analis, atau ksimpulan terhadap suatu hal atau permasalahan., memerlukan waktu yang lama untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sehingga tepatlah jika sedari kecil sudah di berikan latihan-latihan untuk berpikir kritis.

Berikut adalah beberapa cara untuk mbiasakan anak berpikir kritis:
Berikan tulisan berupa tulisan yang tidak biasa. Yang di dalamnya terdapat opini penulisan dengan argumentasinya yang dapat di pahami anak sesuai usianya.
Pilihlah tulisan dengan opini yang berbeda dari pandangan umum. Tulisan opini yang berbeda akan membiasakan anak untuk merargumentasi dengan mengemukakan alasan-alasan yang kuat dan masuk akal.
Ajak anak untuk melakukan analis. Analis adalah lemampuan untuk memahami pola-pola  dan menguraikan sesuatu yang besar menjadi komponen2 kecilnya.
Ajak anak melakukan sintesis. Sintesis adalah memuat suatu kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Sepwrti berikan bahan bacaan pada anak lalu berikan pertanyaan yang tidak terdapat dalam bacaan tersebut.
Ajak anak melakukan evaluasi dan penilaian. Evaluasi dan penilaian adlah kegiatan memilih satu dari pilihan-pilihan. Misalnya mwmilih yang terbaik, yang termurah dan lain-lain.

Sumber: erlangga.co.id

Anas dilempar telur, pendukungnya ngamuk di KPK

merdeka.com -Kejadian dramatis sempat mewarnai penahanan Ketua Umum Himpunan Pergerakan Indonesia, Anas Urbaningrum, selepas di periksa KPK. Kepala anas sempat di lempari telur oleh seorang pria misterius saat hendak memasuki mobil tahanan KPK.

Beberapa pendukung Anas naik pitam ketika melihat kejadian itu. Usai mengantar Anas ke pintu tahanan mereka melampiaskan kekesalan dengan memburu pria misterius tersebut.

Pantauan merdeka.com di lokasi, Sarif salah seorang pendukung Anas berteriak-tetiak meminta keadilan, menurut dia hal tersebut merupakan tindakan kriminal. "Ini kriminal! Mana polisi? Kami kecewa dengan polisi!. Ini pasti suruh Cikeas!,". Kata sarif di gedung KPK, Jakarta, jum'at (10/1)

Salah seorang pendukung lainnya malah memaki-maki KPK dan Abraham Samad dengan kata-kata yang tidak pantas. Dia mengeluarkan kata-kata kotor yanh di tujukan pada KPK dan Abraham Samad.

Menurut petugas polisi, pria mistwriua yang melempari Anas dengan telur sudah di bawa kepolsek Setiabudi untuk di periksa.

Sumber: merdeka.com